Seruan ini tentu bukan hanya untuk masyarakat biasa. Para pemegang kebijakan, penguasa, dan penentu arah bangsa punya tanggung jawab lebih besar. Mereka harus meneguhkan semangat kepedulian ini dalam setiap kebijakan yang dibuat.
Kita tidak bisa hanya mengandalkan kesalehan individu. Jaring pengaman sosial dari negara itu mutlak. Kenyataannya, saat ekonomi sulit, orang akan fokus pada bertahan hidup. Narasi kepedulian harus ditopang oleh sistem ekonomi yang adil. Tanpa itu, empati dan solidaritas hanyalah nilai moral yang rapuh, mudah pecah.
Negara harus hadir dan serius melayani. Misalnya, dengan memastikan akses modal yang terjangkau bagi usaha kecil atau menetapkan upah yang layak. Kebaikan individu di hari Lebaran sifatnya hanya sementara. Ia tak akan mampu menahan laju inflasi atau tekanan ekonomi yang sistemik.
Selain ekonomi, sistem politik dan hukum juga wajib berdiri di atas prinsip keadilan. Bayangkan, jika sistem ekonomi adalah mesin dan kepedulian adalah bahan bakarnya, maka politik dan hukum adalah kerangka dan pemandunya.
Sistem politik yang adil akan mengarahkan anggaran negara untuk benar-benar melindungi kaum rentan. Dari lingkaran kepedulian di tingkat RT/RW, semangat ini bisa naik menjadi kebijakan nasional yang berpihak.
Sementara itu, sistem hukum yang berkeadilan akan memberi rasa aman dan semangat bagi masyarakat untuk saling membantu. Modal sosial akan hancur jika orang merasa sia-sia berbuat baik di tengah sistem yang curang.
Akhir kata, selamat merayakan Idul Fitri. Selamat atas kemenangan yang telah diraih.
Artikel Terkait
Khatib Istiqlal Apresiasi Program Pemerintah, Tekankan Peran Masyarakat
Drama Kartu Merah Maguire Gagalkan Kemenangan MU atas Bournemouth
Presiden Prabowo Apresiasi Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang
Presiden Prabowo Salat Id di Aceh Tamiang, Tunjukkan Solidaritas Pasca-Banjir