Pertama-tama, tentu saja niat. Ini adalah rukun, jadi harus ada di dalam hati. Bisa diucapkan pelan atau cukup diingatkan dalam batin sebelum takbir.
Langkah kedua adalah Takbiratul Ihram. Seperti salat biasa, dimulai dengan mengangkat tangan dan mengucapkan "Allahu Akbar" sebagai pembuka.
Setelah itu, ada doa iftitah. Hukumnya sunah, tapi sangat dianjurkan. Bacaannya panjang, intinya mengesakan Allah dan menyerahkan segala ibadah hanya kepada-Nya. Bunyinya kira-kira begini:
إِنِّيْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ...
Inni wajjahtu wajhiya lilladzī faṭaras-samāwāti wal-arḍa ḥanīfan musliman wa mā anā minal-musyrikīn...
Nah, inilah yang membedakan salat Id dengan salat biasa. Usai iftitah, sebelum membaca Al-Fatihah, kita disunahkan untuk takbir lagi sebanyak tujuh kali di rakaat pertama. Di antara tiap takbir, dianjurkan membaca dzikir pujian.
Banyak ulama menganjurkan lafaz dzikirnya sederhana saja:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Subḥānallāh, walḥamdulillāh, wa lā ilāha illallāh, wallāhu akbar.
Intinya, memuji kebesaran Allah. Setelah rangkaian takbir tambahan ini selesai, barulah salat dilanjutkan seperti biasa: baca Al-Fatihah, surat pendek, rukuk, sujud, dan seterusnya.
Di rakaat kedua, setelah takbir bangun dari sujud, kita takbir lagi lima kali sebelum membaca Al-Fatihah. Ritme ini yang memberi nuansa khusus pada salat hari raya. Menciptakan kesan khidmat sekaligus penuh kemenangan setelah sebulan berjuang.
Semoga kita semua bisa melaksanakannya dengan khusyuk. Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.
Artikel Terkait
Dubes Inggris Sampaikan Ucapan Idulfitri dalam Bahasa Indonesia lewat Metro TV
Presiden Prabowo Sholat Id di Aceh Tamiang, Istana Buka Halalbihalal untuk 5.000 Warga
Jokowi Ungkap Makna Lebaran: Kesabaran dan Memaafkan
Presiden Prabowo Salat Id dan Pantau Pemulihan Bencana di Aceh Tamiang