Nah, untuk hari Rabu (18/3) sendiri, pergerakan tetap tinggi. Hingga pagi, sudah ada sekitar 188.678 penumpang jarak jauh yang dijadwalkan berangkat. Yang menarik, okupansi sementaranya malah mencapai 115,4 persen. Kok bisa lebih dari 100%?
Anne menjelaskan skemanya.
“Dalam satu perjalanan kereta api jarak jauh, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi yang berbeda. Skema ini memungkinkan jumlah pelanggan yang dilayani lebih besar dibandingkan jumlah kursi yang tersedia dalam satu lintas perjalanan,”
tuturnya.
Beberapa kereta yang paling diminati selama periode ini antara lain KA Airlangga, Joglosemarkerto, Sri Tanjung, Bengawan, Kahuripan, dan Rajabasa. Permintaannya tinggi banget.
Kalau dirinci per hari, begini perkembangan okupansi kereta jarak jauh dalam sepekan pertama:
- 11 Maret: 101.617 penumpang (63,7% dari kapasitas)
- 12 Maret: 126.208 penumpang (79,2%)
- 13 Maret: 165.675 penumpang (101,4%) – nah, di sini sudah tembus 100%
- 14 Maret: 185.873 penumpang (113,7%)
- 15 Maret: 180.836 penumpang (110,6%)
- 16 Maret: 173.753 penumpang (106,3%)
- 17 Maret: 191.398 penumpang (117,1%) – puncaknya di hari ini.
Jadi, buat yang belum berangkat, masih ada waktu dan kursi kosong. Tapi cepatlah, karena trennya naik terus dan hari-hari puncak sudah di depan mata.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka