Beberapa menit sebelum pertemuan berlangsung, Trump sudah lebih dulu meluapkan amarahnya di platform Truth Social. Dalam unggahan panjangnya, ia menyatakan pasukan AS “tidak lagi membutuhkan” bantuan militer dalam konflik dengan Iran.
Ia menyebut “sebagian besar” anggota NATO, plus Jepang, Australia, dan Korea Selatan, enggan terlibat. Aliansi militer yang telah berjalan puluhan tahun itu ia gambarkan bagai “jalan satu arah”.
“Karena kita telah meraih kesuksesan militer yang begitu besar, kita tidak lagi ‘membutuhkan,’ atau menginginkan, bantuan negara-negara NATO KITA TIDAK PERNAH MEMBUTUHKANNYA!” tulisnya dengan huruf kapital untuk penekanan.
Pernyataan-pernyataan keras ini jelas memperlihatkan retaknya hubungan. Trump seolah sedang menguji loyalitas sekutu lama, sambil menunjukkan kekuatan Amerika yang ia klaim bisa berdiri sendiri.
Artikel Terkait
Menteri Parekraf Apresiasi Banten Creative Fest, Soroti Anggaran Rp10 Triliun untuk Ekraf
Polisi Ungkap Foto Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS dari CCTV, Tegaskan Bukan Buatan AI
Polisi Depok Amankan 13 Pelaku dan 4.066 Butir Tramadol dalam Operasi Maret 2026
Elnusa Petrofin Kerahkan 1.885 Mobil Tangki Dukung Distribusi BBM Saat Mudik