Masyarakat Aceh yang terdampak banjir punya satu permintaan khusus jelang Idulfitri tahun ini: mereka ingin tradisi Meugang tetap bisa berjalan. Dan Presiden Prabowo Subianto mengiyakan. Permintaan itu disampaikan lewat Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, yang langsung bergerak menindaklanjuti.
Di tengah situasi pascabencana, aspirasi untuk menjalankan tradisi ini ternyata kuat sekali. Bagi warga Aceh, Meugang bukan sekadar makan daging. Ini soal menjaga semangat kebersamaan dan nilai-nilai sosial yang sudah mengakar jauh. Pemerintah melihat respons terhadap permintaan ini sebagai bentuk kehadiran negara di saat-saat yang sulit.
Nah, soal tradisinya sendiri, Meugang itu kearifan lokal yang istimewa. Dilakukan untuk menyambut Ramadan dan Idulfitri, momen ini mempertemukan masyarakat dalam satu meja atau lebih tepatnya, dalam satu wajan besar untuk memasak dan menikmati daging sapi bersama. Ikatan sosial kembali diperkuat di sini.
Sebenarnya, bantuan untuk Meugang sudah pernah digelontorkan di awal Ramadan. Kala itu, nilainya mencapai Rp 72,72 miliar. Kini, menyongsong hari raya, bantuan serupa kembali mengalir.
Artikel Terkait
TNI Umumkan Empat Tersangka Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS, Tiga Berpangkat Perwira
Flick Waspadai Kecepatan Newcastle di Laga Penentu Barcelona
OMG Beauty dan ParagonCorp Fasilitasi Mudik Gratis Ratusan Pemudik dari Monas
Nyepi dan Idulfitri Berdekatan di Maret 2026, Wakil Ketua MPR Soroti Momentum Kerukunan