Lebih dari 200 Personel AS Terluka dalam Konflik dengan Iran di Timur Tengah

- Rabu, 18 Maret 2026 | 07:45 WIB
Lebih dari 200 Personel AS Terluka dalam Konflik dengan Iran di Timur Tengah

Iran tak tinggal diam. Mereka membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone, yang sasarannya adalah berbagai lokasi dengan kehadiran militer Amerika. Inilah salah satu pemicu utama lonjakan korban luka di pihak AS.

Di sisi lain, pejabat AS menyebut fokus serangan mereka belakangan ini adalah melumpuhkan peluncur rudal dan gudang drone Iran. Tujuannya jelas: memotong kemampuan Teheran untuk membalas.

Namun begitu, korban jiwa pun tak terhindarkan. Hingga kini, tercatat 13 tentara AS tewas. Tujuh di antaranya gugur akibat serangan langsung.

Enam lainnya meninggal di Irak dalam sebuah insiden yang cukup rumit. Sebuah pesawat pengisian bahan bakar KC-135 mengalami kecelakaan yang diduga melibatkan pesawat lain.

Di antara serangan yang terjadi, salah satu yang paling mematikan berlangsung di Pelabuhan Shuaiba, Kuwait, tepat di hari pertama konflik. Sebuah drone menghantam pusat operasi taktis dan merenggut nyawa enam tentara Amerika. Korban jiwa juga berjatuhan di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi, di mana seorang tentara meninggal akibat luka-luka yang dideritanya.

Gambaran ini menunjukkan betapa konflik yang meluas telah menimbulkan konsekuensi nyata, jauh dari sekadar angka-angka di atas kertas.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar