Bahkan, permohonan maaf yang lebih luas disampaikan oleh Direktur Utama ANTARA, Benny Siga Butarbutar. Ia meminta maaf sebesar-besarnya tidak hanya kepada Menkessneg, tapi juga kepada seluruh masyarakat Indonesia dan para pemangku kepentingan lainnya. Menurutnya, berita yang tayang Selasa sore pukul 17.27 WIB itu dinilai tidak memenuhi kaidah jurnalistik yang berlaku.
Di sisi lain, dari ranah kebijakan luar negeri, ada kabar tentang penundaan. Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pengiriman sekitar 8.000 pasukan perdamaian ke Gaza ditunda dulu. Pasukan ini rencananya akan bergabung dengan International Stabilization Force (ISF).
Sementara untuk urusan dalam negeri, rekrutmen ASN tahun ini tampaknya masih harus bersabar. Pemerintah, lagi-lagi seperti dijelaskan Prasetyo Hadi, masih menahan keputusan. Alasannya, mereka menunggu penetapan sektor prioritas mana yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Jadi, prosesnya belum bisa dimulai dalam waktu dekat.
Artikel Terkait
Menteri Kesehatan Apresiasi Penurunan Signifikan Kecelakaan Mudik
Raja Xerxes I Menghukum Lautan Usai Badai Hancurkan Jembatan Pasukannya
Lebaran 2026: 76 Juta Pemudik Pilih Mobil Pribadi, Ini Tips Aman dari Ahli
Pedagang Cilik Nekat Mudik Jalan Kaki dari Bandung ke Ciamis Demi Bertemu Ibu