Akibatnya, para pemudik terpaksa bertahan di jalanan. Waktu tunggu untuk sekadar bisa naik kapal penyeberangan melambung hingga lebih dari sembilan jam. Tak heran, ruas Ketapang-Gilimanuk langsung dicap sebagai salah satu titik kemacetan paling fatal sepanjang operasi mudik tahun ini.
Di tengah kekacauan itu, pemerintah masih menemukan secercah apresiasi. Mereka berterima kasih pada warga yang sudah berusaha mendistribusikan waktu keberangkatan mudiknya. Upaya kecil ini dianggap membantu, meski belum cukup untuk mengatasi gelombang besar pemudik.
Tak lupa, apresiasi juga ditujukan kepada seluruh petugas di lapangan. Dari aparat hingga instansi terkait, mereka disebut telah bekerja keras tanpa lelah untuk menjaga mobilitas warga tetap berjalan, sekalipun dalam kondisi yang sangat tidak ideal.
Artikel Terkait
Jepang Pertimbangkan Izin Kapal Asing untuk Angkut Cadangan Minyak
Skema One Way Trans Jawa Efektif Lancarkan Arus Mudik Lebaran 2026
Dermaga Pelabuhan Merak Padat Pemudik, Petugas Siaga Antisipasi Macet Total
Dua Pasangan Ganda Putra Indonesia Lolos ke 16 Besar Orleans Masters