Dari segi kenyamanan, ada sejumlah pembaruan. Kursinya diatur dalam konfigurasi 3-2, sehingga lebih lapang dibanding susunan lama yang lebih padat. Jumlahnya 93 kursi per gerbong. Uniknya, kursinya bisa diputar (reversible), menyesuaikan arah perjalanan. Cocok untuk perjalanan jarak jauh.
Soal tarif, posisinya berada di antara Kereta Ekonomi PSO bersubsidi dan Kereta Ekonomi reguler. Untuk relasi terjauh saat Lebaran tahun ini, harganya mulai Rp175.000. Tawaran yang cukup menarik, mengingat fasilitasnya yang sudah ditingkatkan.
Bobby menegaskan, pengaturan sarana terus dioptimalkan untuk menjawab kebutuhan.
“Melalui pengaturan sarana yang ada, kapasitas perjalanan dapat ditingkatkan sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi pelanggan. Kami ingin masyarakat memiliki lebih banyak pilihan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan terjangkau selama masa Angkutan Lebaran,” tuturnya.
Hal serupa disoroti Teddy. Ia menilai ada peningkatan kenyamanan yang nyata.
“Tadi kalau Anda lihat, AC-nya nyala, toiletnya bagus, kemudian tempat duduknya tidak hadap-hadapan. Ya nyamanlah, 6 jam ke Jogja. Alhamdulillah bisa cepat beliau perbaiki gerbong-gerbongnya, kemudian bisa digunakan dari sini ke Jawa, ke Jogja,” lanjut Teddy.
Ia berharap pembenahan ini terus berlanjut, tak hanya di Jawa. Butuh waktu, tapi prosesnya diyakini bisa berjalan relatif cepat.
“Ini mau kita kembangkan lagi, perlu waktu. Yang mengerjakan dari KAI sendiri, waktunya relatif cepat. Ini mau ditingkatkan sehingga seluruh perkeretaapian di Indonesia, tidak hanya di Jawa, di pulau-pulau lain juga akan meningkat kualitas, kenyamanan, dan kebersihannya. Itu pesan dari Pak Presiden,” pungkas Teddy.
Artikel Terkait
TNI Tunggu Instruksi Presiden Prabowo untuk Pengiriman Pasukan ke Gaza
Polisi Tangkap Tiga Pengedar Sabu di Bangka Selatan, Sita 10,53 Gram
TNI Gelar Penyelidikan Internal Terkait Kasus Penyiraman Aktivis KontraS
Antrean Kendaraan Mengular di Pelabuhan Merak Saat Puncak Arus Mudik