Wacana pemotongan gaji ini bukan muncul tiba-tiba. Rupanya, ide itu berawal dari perbincangan tentang langkah-langkah drastis yang diambil Pakistan. Negeri itu disebut Presiden Prabowo telah menerapkan penghematan agresif untuk menjaga stabilitas ekonominya sendiri.
Dalam Sidang Kabinet di Istana Merdeka pada Jumat (13/3), Prabowo secara khusus menyoroti kebijakan Pakistan.
“Jadi mereka menganggap ini sudah kritis, seolah situasi ini bagi mereka sudah seperti sewaktu Covid,” katanya.
Pakistan tak main-main. Mereka memangkas gaji para pejabat tinggi negara dan anggota parlemen. Dana yang terkumpul lalu dialihkan untuk membantu masyarakat paling rentan. Mereka juga menerapkan kerja dari rumah (WFH) untuk sebagian pegawai, bahkan mengurangi hari kerja jadi empat hari dalam seminggu.
“Ini hanya contoh, ya. Saya kira kita bisa mengkaji masalah ini,” jelas Prabowo.
Menurutnya, langkah serupa patut dipertimbangkan. Intinya, penghematan dalam berbagai bentuk harus benar-benar diupayakan sekarang juga.
Artikel Terkait
Kapolri Kukuhkan Ojol Riau Sebagai Mitra Kamtibmas dan Satgas PHK
Contraflow Diberlakukan di Tol Jakarta-Cikampek Antisipasi Puncak Arus Mudik
Wali Kota Jakarta Barat Imbau Warga Pastikan Keamanan Rumah Sebelum Mudik Lebaran 2026
Bocah 7 Tahun Terseret Arus Ditemukan Meninggal di Sungai Bendo Mongal Kediri