Dari ruang IGD yang ramai, Ribka Haluk kemudian memimpin rapat evaluasi. Wakil Menteri Dalam Negeri itu mendorong transformasi layanan kesehatan di RSUD Yowari, Sentani. Fokusnya jelas: membenahi koordinasi yang kerap macet, menguatkan kapasitas rumah sakit, dan pada akhirnya meningkatkan kualitas pelayanan untuk masyarakat Papua.
Rapat ini bukan tanpa sebab. Ia dilakukan usai Ribka meninjau langsung kondisi pelayanan di rumah sakit rujukan itu. Langkah ini diambil sebagai respons cepat pemerintah terhadap berbagai persoalan yang sempat mencuat dan jadi sorotan publik.
Dalam arahannya, Ribka menegaskan perhatian serius pemerintah pusat. Terutama untuk RSUD Yowari yang punya peran strategis di wilayah tersebut.
"Kita tidak ingin persoalan ini berlarut-larut. Kalau ada kemauan untuk menyelesaikan, saya yakin semua masalah bisa kita atasi,"
ujar Ribka dalam keterangan tertulis, Selasa (17/3/2026).
Menurutnya, akar masalahnya tidak melulu teknis. Ribka justru melihat persoalan utama ada pada lemahnya koordinasi dan ego sektoral yang masih mengakar.
"Saya melihat persoalannya lebih pada koordinasi yang belum berjalan baik dan kurangnya perhatian. Ego sektoral ini juga masih tinggi, sehingga saling menyalahkan dan masalah tidak selesai,"
katanya tegas.
Untuk mengurai benang kusut ini, pemerintah sudah memetakan seluruh persoalan secara lebih terstruktur. Masalah-masalah itu dikelompokkan berdasarkan urgensi, dari yang mendesak hingga jangka panjang. Tak cuma bicara, langkah konkret langsung dijalankan dengan membentuk tim khusus.
"Kami telah membentuk tim FGD dan tim diskusi antarpimpinan untuk merumuskan solusi yang segera dijalankan bersama pemerintah daerah,"
paparnya.
Memperkuat kapasitas RSUD Yowari adalah sebuah keharusan. Rumah sakit ini bukan hanya melayani warga lokal, tapi juga jadi tujuan rujukan dari berbagai daerah, termasuk daerah otonom baru.
Artikel Terkait
Contraflow Diberlakukan di Tol Jakarta-Cikampek Antisipasi Puncak Arus Mudik
Wali Kota Jakarta Barat Imbau Warga Pastikan Keamanan Rumah Sebelum Mudik Lebaran 2026
Bocah 7 Tahun Terseret Arus Ditemukan Meninggal di Sungai Bendo Mongal Kediri
Pemudik Motor di Bekasi Antisipasi Perjalanan Molor Hingga 16 Jam