Kronologi kejadiannya sungguh memilukan. Pelaku tak segan mengikat tangan dan kaki kedua lansia itu. Matanya dilakban, kepala ditutup sarung. Mereka ditemukan dalam kondisi mengenaskan oleh kerabatnya sekitar pukul dua dini hari.
Wikha memaparkan, "Kedua korban ditemukan oleh saudaranya pada pukul 2 dini hari pada hari yang sama, dengan kondisi mata terikat lakban kemudian juga mukanya ditutup sarung. Kemudian saudaranya pada pagi harinya atas nama A melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cileungsi."
Yang lebih menyedihkan, nenek Samah mengalami pemukulan. Dia dilayangkan pukulan di bagian mata dan telinga hanya karena dianggap melawan. Akibatnya, pendengarannya sempat rusak.
"Untuk Ibu S sebagai korban, karena melawan mengalami kekerasan yaitu dipukul hingga dua mata lebam pada saat ditemukan. Kemudian mulut dan telinga mengeluarkan darah, sampai beberapa waktu terakhir ibu S ini mengalami kehilangan pendengaran yang sekarang kondisinya sudah lebih baik," jelas Wikha.
Kini, meski trauma masih membekas, sedikit keadilan mulai terlihat. Proses hukum berjalan, sementara keluarga korban berusaha memulihkan diri dari kejadian mengerikan itu.
Artikel Terkait
One Way Nasional Diberlakukan Besok untuk Antisipasi Puncak Arus Mudik
Polisi Tetapkan Dua Petugas ASDP Tersangka Praktik Calo Tiket di Pelabuhan Batam
Uni Eropa Tegaskan Tolak Kirim Angkatan Laut ke Selat Hormuz
110 Jembatan di Riau Dibangun dari Dana CSR dan Yayasan, Diresmikan Hari Ini