Klaimnya soal kondisi Iran punya dua sisi. Di satu sisi, dia menyebut 100% kemampuan militer Iran sudah hancur. Namun begitu, dia mengakui ancaman masih ada mulai dari drone, ranjau, hingga rudal jarak dekat yang bisa mengganggu lalu lintas kapal tanker.
Tanggapan dari London datang cukup hati-hati. Kementerian Pertahanan Inggris hanya menyatakan sedang membahas berbagai opsi dengan sekutu untuk memastikan keamanan pelayaran. Mereka belum berkomitmen lebih jauh.
Sementara itu, Teheran bersikukuh. Mereka bersumpah akan terus memblokade selat yang biasanya dilalui 20% pasokan minyak dunia itu. Ancaman Trump untuk "membombardir garis pantai habis-habisan" sepertinya belum menggoyahkan niat mereka.
Yang jelas, tekanan ini makin besar. Trump memperluas seruannya ke semua negara pengimpor minyak via Hormuz, dengan janji dukungan bagi yang mau ikut serta. Tapi, apakah desakan ini akan berujung pada armada internasional yang solid? Masih harus ditunggu. Situasinya rumit, dan dunia menunggu langkah selanjutnya.
Artikel Terkait
Lebaran 2026: 189 Ribu Kendaraan Telah Melintasi Cirebon di Aroma Mudik
Putra Ali Khamenei Dievakuasi ke Rusia untuk Operasi Darurat
Dua Tenaga Kesehatan Tewas Diserang Kelompok Bersenjata di Tambrauw
Polisi Perketat Pengamanan Pasca Ledakan di Masjid Jember Saat Tarawih