Ledakan besar mengguncang kawasan Pangkalan Udara Al Dhafra, Uni Emirat Arab, pada Senin (16/3/2026) waktu setempat. Militer Iran, lewat pasukan Garda Revolusinya (IRGC), dengan cepat mengklaim bertanggung jawab. Mereka menyatakan telah menghancurkan gudang amunisi milik Amerika Serikat di pangkalan itu.
Ini bukan serangan acak. Menurut pernyataan resmi ke-41 IRGC terkait Operasi True Promise 4, aksi tersebut adalah bagian dari operasi balasan yang mereka sebut "akurat dan menghancurkan". Target utamanya jelas: depot amunisi pusat AS di Al Dhafra Air Base.
Dampaknya langsung terasa. Laporan dari media Iran, Tasnimnews, menyebut insiden itu memicu perintah evakuasi mendadak di dalam fasilitas militer AS tersebut. Bahkan, pesawat-pesawat tempur Amerika yang ada di pangkalan itu konon harus segera dipindahkan ke lokasi lain yang lebih ke pedalaman. Tujuannya jelas, menghindari kerusakan lebih parah jika serangan lanjutan terjadi.
Artikel Terkait
Polri Terapkan Sistem Satu Arah Nasional untuk Puncak Arus Mudik 18 Maret
Menko Airlangga: Pariwisata Berpotensi Rugi Rp184,8 Miliar per Hari Akibat Konflik Global
Pelabuhan Sungai Selan Padat, Pengelola Tambah Armada untuk Antisipasi Lonjakan Pemudik
Roy Suryo Kaitkan Perubahan Sikap Rismon Soal Ijazah Jokowi dengan Supersemar