Bagi para lulusan yang sedang mencari peluang studi ke luar negeri, ada kabar menarik dari negeri tetangga. Pemerintah Malaysia, melalui kementerian pendidikannya, baru saja membuka pendaftaran untuk beasiswa internasional mereka, MIS, tahun akademik 2026. Intinya, program ini ingin menarik bibit-bibit unggul dari berbagai penjuru dunia untuk melanjutkan S2 atau S3 di universitas-universitas ternama di sana.
Kalau kamu punya prestasi akademik cemerlang, peluang ini sayang banget untuk dilewatkan. Pemerintah Malaysia nampaknya serius ingin membangun kapasitas akademik, termasuk bagi pelamar dari Indonesia. Mereka menyediakan dukungan finansial penuh. Tujuannya jelas: agar para penerima bisa fokus total pada penelitian dan pengembangan ilmu, tanpa pusing memikirkan biaya. Dengan cara ini, Malaysia berharap bisa semakin mengukuhkan posisinya sebagai pusat pendidikan tinggi di Asia.
Nah, soal manfaatnya, yang berhasil lolos tentu dapat fasilitas menggiurkan. Pertama, biaya kuliah akan ditanggung sepenuhnya oleh kementerian, dibayarkan langsung ke kampus tempat kamu belajar. Kedua, ada tunjangan hidup bulanan sebesar RM 1,500, atau sekitar Rp 6,4 juta. Uang ini akan cair setiap empat bulan sekali, biasanya setelah kamu menyerahkan laporan perkembangan studi.
Tapi tentu saja, untuk meraihnya, ada sejumlah persyaratan ketat yang harus dipenuhi. Usia maksimal adalah 40 tahun untuk pelamar S2 dan 45 tahun untuk S3. Dari sisi akademik, IPK minimal harus 3.00 atau setara dengan predikat Cum Laude. Kemampuan bahasa Inggris juga harus dibuktikan dengan skor IELTS minimal 6.0 atau TOEFL PBT 550. Kecuali, kalau kamu bisa menunjukkan bukti bahwa perkuliahan sebelumnya menggunakan bahasa Inggris.
Perhatian khusus untuk yang mau ambil program riset. Kamu harus menyiapkan proposal penelitian minimal seribu kata, yang relevan dengan bidang yang akan kamu dalami. Ini bagian yang krusial.
Artikel Terkait
Polri Terapkan Sistem Satu Arah Nasional untuk Puncak Arus Mudik 18 Maret
Menko Airlangga: Pariwisata Berpotensi Rugi Rp184,8 Miliar per Hari Akibat Konflik Global
Pelabuhan Sungai Selan Padat, Pengelola Tambah Armada untuk Antisipasi Lonjakan Pemudik
Roy Suryo Kaitkan Perubahan Sikap Rismon Soal Ijazah Jokowi dengan Supersemar