Nah, untuk menjaga momentum ini, Pemkot punya sejumlah rencana. Kepala Bappeda Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menjelaskan salah satu langkah konkretnya adalah menyusun database pelaku ekonomi kreatif. Database ini nantinya jadi dasar untuk menyusun kebijakan dan program fasilitasi yang lebih tepat sasaran.
Tak cuma itu, anak muda juga dapat perhatian khusus. Ada program dukungan kegiatan pemuda senilai Rp5 juta per RW. Harapannya jelas: memicu kreativitas dan kewirausahaan di tingkat akar rumput.
Di sisi lain, pariwisata perkotaan juga digenjot. Kawasan eks THR, misalnya, sedang ditata ulang untuk jadi ruang ekonomi kreatif yang menyatu dengan seni, budaya, dan kuliner. Pengembangan kampung tematik dan urban tourism juga terus digalakkan. Intinya, kampung tidak hanya sekadar tempat tinggal, tapi juga bisa menjelma jadi destinasi wisata dan pusat ekonomi lokal yang hidup.
Optimisme tetap tinggi. Melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan tentu saja masyarakat, pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan diharapkan bisa terus dipertahankan. Manfaatnya harus benar-benar dirasakan oleh warga.
Artikel Terkait
Kremlin Bungkam Soal Kabar Pemimpin Iran Dirawat di Moskow
Polisi London Selidiki Seruan Kematian untuk IDF yang Dipimpin Rapper di Aksi Al-Quds Day
Korban Tewas Serangan Israel di Lebanon Capai 886 Jiwa, Termasuk 111 Anak-anak
Pemudik Perlu Tahu, Ini Perbedaan Rest Area Tipe A, B, dan C di Tol