Sidang Isbat Awal Syawal 1447 H Digelar 19 Maret 2026

- Senin, 16 Maret 2026 | 16:45 WIB
Sidang Isbat Awal Syawal 1447 H Digelar 19 Maret 2026

Ijtima atau bulan baru diperkirakan terjadi sekitar pukul 08.23 WIB. Tapi, angka-angka hisab ini bukanlah penentu mutlak. Keputusan akhir tetap menunggu hasil pemantauan langsung atau rukyatul hilal yang dilaporkan dari lapangan.

"Penetapannya nunggu laporan hasil rukyat dari seluruh daerah dulu, baru dibahas di sidang isbat," tegas Abu Rokhmad.

Untuk itulah, Kemenag mengerahkan pemantauan di 117 titik se-Indonesia. Pengamatan ini dilakukan bersama Kanwil Kemenag, Pengadilan Agama, hingga ormas Islam di daerah.

Beberapa lokasinya cukup beragam. Di Aceh, misalnya, pemantauan dilakukan dari Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang di Lhoknga. Sementara di Jakarta, tim bisa berada di sekitar Monas atau Masjid Raya Hasyim Asy'ari.

Daerah lain juga punya spot andalan. Bandung punya Observatorium Albiruni, Semarang ada Planetarium UIN Walisongo, dan di ujung timur, pantauan dilakukan dari Pantai Lampu Satu Merauke, Papua. Bahkan di Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur, pemantauan akan dilakukan dari Rusun ASN Tower.

Intinya, dari Sabang sampai Merauke, mata akan tertuju ke langit barat sore itu. Semua menantikan laporan: apakah hilal terlihat atau tidak. Hasilnya nanti yang akan memutuskan kapan umat Islam merayakan Idul Fitri.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar