"Ya kan ada hadits yang berbunyi begini: Menikahlah. Kalau kau tidak sempat menikah, berpuasalah. Jadi saya memilih untuk berpuasa setiap hari," tuturnya lagi.
Niatnya jelas: untuk menahan, untuk mengalihkan, dan untuk menjaga.
Di sisi lain, meski sudah berusaha mengisi hari-harinya dengan ibadah, kenangan akan almarhumah istri tak pernah benar-benar sirna. Apalagi kisah cinta mereka bukanlah kisah yang instan. Butuh kesabaran ekstra bahkan hingga 15 tahun sebelum Nuraliyah akhirnya menerima cintanya. Momen-momen perjuangan itulah yang kini terpatri paling dalam, membuatnya sulit untuk melupakan.
Kini, di usia 51 tahun, fokus utamanya adalah pada dakwah dan, tentu saja, keempat anaknya yang tinggal di Makassar. Ia bertekad menjadi sosok ayah sekaligus sahabat bagi mereka. Baginya, mendengarkan dan menghargai adalah kunci.
"Terkadang, anak-anak itu salah jalan hanya karena dia tidak didengarkan dan tidak diapresiasi," pungkas Ustadz Maulana.
"Jadi sebisa mungkin, saya menjadi teman ngobrol untuk mereka dan memuji saat mereka memang layak mendapatkannya."
Itulah komitmennya sekarang. Menjalani hidup satu hari demi satu hari, dengan puasa sebagai pengiring, dan kenangan manis sebagai penguat. Bukan jalan yang mudah, tapi itulah pilihannya.
Artikel Terkait
Polisi Tegaskan Foto Pelaku Penyiraman Andrie Yunus Adalah Hoaks Buatan AI
Sidang Isbat Awal Syawal 1447 H Digelar 19 Maret 2026
Tim Hukum Andrie Yunus Bentuk Investigasi Independen untuk Kasus Penyiraman Air Keras
Wamendagri: Musrenbang Kunci Perencanaan Pembangunan Daerah