Gladi bersih pun digelar di tempat. Herry ingin memastikan seluruh rangkaian acara, dari penyambutan hingga prosesi inti, berjalan mulus tanpa kendala. Instruksinya kepada personel tegas: perhatikan detail terkecil sekalipun.
"Karena jembatan ini bukan sekadar simbol pembangunan fisik," imbuhnya, memberi penekanan.
"Melainkan jembatan harapan bagi anak-anak sekolah di Kampar untuk meraih cita-cita mereka dengan lebih aman dan cepat."
Ucapan itu bukan retorika belaka. Saat ini, area jembatan memang sudah bersolek. Selain pengecekan teknis, Kapolda memastikan jalur-jalur yang akan dilalui siswa sekolah di sekitar jembatan tertata rapi dan aman. Kehadiran jembatan ini diharapkan jadi urat nadi baru. Ia bakal memperlancar konektivitas antar desa dan mendongkrak ekonomi warga lokal. Tapi yang paling menyentuh, tentu fungsinya sebagai akses vital anak-anak menuju sekolah.
Antusiasme masyarakat setempat dan pemerintah daerah terasa nyata. Bagi mereka, setiap jengkal aspal di jembatan ini adalah langkah pasti menuju masa depan yang lebih cerah untuk generasi muda Kampar.
Rencananya, jembatan selebar 4 meter ini akan diresmikan pada Selasa, 18 Maret. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akan memimpin acara, didampingi sejumlah pejabat tinggi negara. Semua mata kini tertuju pada Desa Gobah, menunggu hari dimana jembatan harapan itu akhirnya dibuka.
Artikel Terkait
Gelombang Mudik Lebaran 2026 Mulai Bergerak Lebih Awal
TVRI Serukan Nonton Piala Dunia 2026 Tanpa Taruhan, Dukung Pemberantasan Judol
Pelaku Curanmor Cianjur Ditangkap di Cileungsi Berkat Kolaborasi Polisi
Tabrakan Beruntun di Tol Semarang-Batang, Tiga Kendaraan Rusak Parah