NEW YORK Suasana di markas PBB tegang. Rusia dan China, kali ini, gagal menghentikan pembahasan sanksi terhadap Iran. Gagal total. Upaya mereka untuk memblokir diskusi di komite pengawas sanksi ditolak oleh mayoritas anggota Dewan Keamanan.
Ini terjadi di tengah eskalasi militer yang makin panas antara Washington dan Teheran. Perdebatan soal program nuklir Iran pun jadi medan tempur baru bagi kekuatan-kekuatan global.
Dewan Keamanan menyaksikan benturan visi yang nyata. Di satu sisi, blok Barat yang dipimpin AS mendesak penegakan sanksi. Di sisi lain, aliansi Rusia dan China bersikukuh menolak, menganggap langkah itu kontra-produktif.
Hasil pemungutan suara cukup jelas: sebelas negara memilih lanjutkan pembahasan. Hanya dua yang mendukung penghentian ya, Rusia dan China. Dua lainnya abstain.
Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, tak ragu menuding. Katanya, Moskow dan Beijing sengaja memberi “payung perlindungan” bagi Iran. “Menghambat kerja komite sanksi adalah langkah mundur,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).
“Ketentuan PBB ini dirancang spesifik untuk mengurangi ancaman nyata dari program rudal dan nuklir Iran, plus dukungan mereka pada aktivitas terorisme,” tegas Waltz.
Menurutnya, kepatuhan terhadap embargo senjata dan pembekuan aset Iran adalah hal yang mendesak. Titik.
Laporan terbaru dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) justru memperkeruh suasana. Washington menyoroti kekhawatiran serius dari badan pengawas itu: stok uranium Iran yang sudah diperkaya hingga 60%. Level yang secara teknis sudah mendekati standar senjata nuklir.
Prancis ikut bersuara keras. Perwakilan Paris menyatakan, IAEA kini tak lagi punya jaminan penuh bahwa program nuklir Iran benar-benar damai. Mereka bahkan mengestimasi, cadangan material nuklir Iran saat ini secara teori bisa dipakai buat bikin hingga sepuluh hulu ledak. Angka yang cukup mengganggu.
Artikel Terkait
VIDA dan Komdigi Luncurkan Kampanye Jangan Asal Klik Antisipasi Lonjakan Penipuan Digital Saat THR
Korban Penyiraman Air Keras KontraS Alami Luka Bakar 24%, Polisi Periksa Dua Saksi
Libur Panjang Nyepi-Lebaran 2026 Disertai Fleksibilitas Kerja dari Lokasi Lain
Polda Metro Jaya Gelar Night Run untuk Dekatkan Diri dengan Masyarakat