Dalam pernyataan resminya, militer Iran bersikukuh. "Ini adalah jawaban atas serangan Zionis terhadap depot minyak kami," begitu kira-kira bunyinya. Mereka berjanji pertempuran melawan "AS dan Zionis Israel pembunuh anak-anak" akan terus berlanjut. Sampai kemenangan akhir, kata mereka, direngkuh.
Di sisi lain, situasi di Teheran sendiri sempat tak kalah mencekam beberapa hari sebelumnya. Serangan yang dituduhkan kepada AS dan Israel menghantam Jalan Raya Martir Bagheri, Selasa lalu. Akibatnya, empat orang tewas dan beberapa lainnya terluka.
Kerusakan infrastruktur dan kendaraan di ruas tol arah selatan itu sempat parah. Namun begitu, Wali Kota Teheran melaporkan bahwa lalu lintas bisa dipulihkan dengan cepat. "Jalan sudah dibuka kembali dalam waktu satu jam setelah ledakan," ujarnya. Itu semua berkat kerja cepat tim darurat dan petugas kota.
Kini, langit Timur Tengah kembali gelap, tapi bukan oleh malam. Ancaman masih menggantung. Dan setiap pihak sepertinya sudah siap dengan senjatanya masing-masing.
Artikel Terkait
Harga Minyak Mentah Anjlok, IEA Siapkan Pelepsan Cadangan Darurat
Israel Lancarkan Serangan ke Basis Hizbullah di Beirut, Kelompok Balas dengan Puluhan Roket
Kemenag Dorong Praktik Keagamaan yang Lebih Berdampak Sosial dan Ekonomi
Menkeu Purbaya: Depresiasi Rupiah 0,3% Lebih Baik Dibanding Mata Uang Negara Tetangga