"Makanya harga barang di sana selalu tinggi. Salah satu faktornya ya transportasi," jelasnya.
Ia lalu menggarisbawahi pernyataan Ketua Komisi V. "Seperti disampaikan Pak Ketua tadi, transportasi udara ini bukan cuma untuk kalangan elite. Ini transportasi yang masif. Bukan pilihan, tapi kebutuhan."
Lalu, apa solusinya? Saadiah punya beberapa rekomendasi. Pertama, pemerintah harus memastikan kebijakan penurunan biaya seperti pajak dan tarif bandara benar-benar dirasakan rakyat. Jangan sampai potongan di level kebijakan malah menguap di tengah jalan, tidak sampai ke harga tiket.
"Penghapusan PPn avtur untuk penerbangan dalam negeri juga perlu," tegasnya.
Langkah itu diharapkan bisa menekan ongkos operasi maskapai.
"Dengan begitu, tarif bisa ditekan. Di sisi lain, pengawasan terhadap penerapan tarif batas atas di rute-rute padat harus lebih humanis tapi tegas. Wacana penurunan harga sudah ada, tapi di lapangan tiket masih terasa memberatkan," pungkas Saadiah.
Artikel Terkait
Polri Bagikan 450 Takjil Gratis ke Mahasiswa di Tiga Kampus Pekanbaru
Prabowo: Krisis Global adalah Berkah Terselubung untuk Indonesia
Mabes Polri dan Jurnalis Trunojoyo Bagikan Santunan untuk Anak Yatim dan Dhuafa di Ramadan
Brimob Polda Metro Jaya Gelar Sertifikasi Kompetensi Personel PHH dan Operator Kendaraan Taktis