Namun, opsi apa pun yang dipilih, potensi penambahan anggaran terbang tetap mengintai. Semuanya berujung pada pertimbangan teknis dan finansial yang rumit.
Di sisi lain, ada skenario yang lebih ekstrem. Bagaimana jika pemerintah memutuskan untuk membatalkan sama sekali keberangkatan haji tahun depan?
“Kedua, skenario dimana Saudi buka, tapi kita batalkan karena risiko keamanan dinilai terlalu besar untuk keselamatan jemaah kita,” jelasnya.
Kalau sampai ini terjadi, diplomasi tingkat tinggi dengan Pemerintah Arab Saudi mutlak diperlukan. Tujuannya, agar dana yang sudah disetor jemaah untuk akomodasi dan layanan lain tidak hangus. Negosiasi harus bisa mengalihkan dana itu untuk haji 2027, tanpa dikenai penalti.
Lalu, bagaimana nasib dana calon jemaah jika haji batal?
Pemerintah juga punya skema mitigasi keuangan. Jemaah akan diberi opsi: menarik kembali biaya pelunasan Bipih, atau membiarkannya mengendap sebagai investasi untuk tahun depan dengan kompensasi manfaat yang lebih baik. Setidaknya, ada pilihan yang diberikan.
Jadi, situasinya masih berkembang. Semua skenario masih terbuka, menunggu keputusan yang paling tepat demi keselamatan dan kepentingan ratusan ribu calon jemaah.
Artikel Terkait
Prabowo: Danantara Buktikan Efektivitas Pengelolaan Aset Negara Terpusat
Menteri Haji Pastikan Persiapan Haji 2026 Tetap Berjalan Meski Ada Konflik
Gus Ipul Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Sigi dan Lombok Tengah
Presiden Prabowo Peringatkan Dampak Krisis Global, Harga Minyak Tembus US$100 per Barel