Di tengah situasi keamanan yang makin ruwet, Polri mengambil langkah baru. Mereka meresmikan 16 Pusat Studi Kepolisian. Ini upaya konkret untuk menjawab tantangan zaman yang terus berubah, kata Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo.
Acara peluncuran berlangsung di PTIK, Selasa (10/3/2026). Dedi hadir langsung dan menjelaskan maksud di balik gebrakan ini. Menurutnya, dunia sekarang ini menuntut pola pikir yang berbeda.
"Langkah ini bagian dari komitmen kami," ujar Dedi.
"Kami ingin mentransformasi cara berpikir anggota. Harapannya, mereka jadi lebih kritis, analitis, dan punya visi ke depan. Soalnya, masalah keamanan sekarang nggak sederhana lagi. Semua kompleks."
Nah, keenam belas pusat studi itu punya fokus yang beragam. Tujuannya jelas: menangani spektrum ancaman yang luas. Beberapa di antaranya adalah Pusat Studi Siber, Pusat Studi Terorisme, dan Pusat Studi Forensik Kepolisian. Lalu ada juga Pusat Studi Kamsel Lantas, Pusat Studi Polmas, serta Pusat Studi Antikorupsi.
Tak ketinggalan, bidang seperti teknologi, sumber daya manusia, dan kehumasan Polri juga mendapat perhatian khusus. Mereka juga membentuk Pusat Studi PPA, Pusat Studi Intelijen Kepolisian, dan Pusat Studi Keadilan Restoratif. Bahkan kajian kawasan seperti Pasifik Oseania dan hubungan internasional kepolisian masuk dalam daftar.
Artikel Terkait
Bhayangkara Lampung FC Kalahkan Arema FC 2-1 Meski Lawan Bermain 9 Pemain
Presiden Prabowo Bantu Turunkan Quraish Shihab dari Panggung di Acara Nuzulul Quran
Kongres AS Desak Kajian Biaya Perang Iran yang Capai Rp33,7 Triliun per Hari
Nadiem Bantah Grup Mas Menteri Core Team Dibuat Sebelum Jadi Menteri