Yang menarik, gedung tempat pusat studi ini berkantor dinamai untuk menghormati Prof. Dr. Mr. Raden Soepomo. Dedi menegaskan, ini bukan sekadar nama.
"Ini bentuk penghormatan. Juga pengingat bagi kita semua tentang kontribusi besar beliau," jelasnya.
"Dengan nama Soepomo, kami berharap semangat beliau sebagai founding father dan salah satu pendiri PTIK bisa mengilhami setiap personel Polri."
Pada intinya, pusat-pusat studi ini dirancang untuk jadi mesin inovasi. Pendekatannya interdisipliner, artinya kolaborasi dengan akademisi dan praktisi di luar kepolisian sangat diharapkan.
Dedi yakin, spesialisasi ini akan memperkuat kemampuan Polri. Terutama dalam menyikapi era digital dan dinamika sosial politik yang terus bergulir cepat.
"Ini tentang mempersiapkan diri," pungkasnya. Tantangan ke depan pasti makin berat, dan Polri berusaha tak ketinggalan.
Artikel Terkait
Kongres AS Desak Kajian Biaya Perang Iran yang Capai Rp33,7 Triliun per Hari
Nadiem Bantah Grup Mas Menteri Core Team Dibuat Sebelum Jadi Menteri
Xpeng Resmikan Dealer 3S Terbaru di Pluit, Perkuat Jaringan di Jakarta
WNI Bercerita 10 Bom Melintas di Atas KBRI Teheran Saat Evakuasi