Di sisi lain, proses evakuasi ini sepenuhnya bersifat sukarela. Hakam, WNI lainnya, menegaskan bahwa pemerintah hanya memfasilitasi warga yang merasa khawatir dan punya keinginan pulang.
"Ini kan bentuk imbauan. Jadi, bagi yang mau pulang, akan dijamin keamanan dan perjalanannya sejak dari titik kumpul di KBRI Teheran sampai tiba di Indonesia," papar Hakam.
Bagi sebagian orang, alasan pulang bukan semata karena ketakutan. Seperti yang diungkapkan Muhammad Jawad, seorang mahasiswa yang pulang bersama istrinya.
"Keputusan kami ikut evakuasi bukan cuma karena situasi di Iran. Kebetulan, memang sudah ada rencana pulang ke tanah air," tutur Jawad.
Meski begitu, dia mengaku sangat terkesan dengan koordinasi yang dilakukan oleh para diplomat Indonesia. Kerja sama antara KBRI Teheran, KBRI Baku, dan KBRI Istanbul berjalan sangat mulus, mengawal mereka di setiap titik transit perjalanan.
"Kami ingin ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Kepada Bapak Dubes Roy, Atase Pertahanan Pak Soni, dan juga Dubes di Baku, Pak Berlian Helmy. Beliau-beliau yang menemani kami sampai ke penerbangan menuju Turki," pungkas Jawad penuh apresiasi.
Sampai saat ini, total WNI yang telah dievakuasi dari Iran mencapai 32 orang. Dan rupanya, gelombang kepulangan belum berakhir. Sudah ada 36 WNI lainnya yang tercatat dalam daftar untuk gelombang kedua. Mereka sedang menunggu giliran untuk merasakan hal yang sama: pulang dengan selamat.
Artikel Terkait
Xpeng Resmikan Dealer 3S Terbaru di Pluit, Perkuat Jaringan di Jakarta
WNI Bercerita 10 Bom Melintas di Atas KBRI Teheran Saat Evakuasi
DPR Gelar Uji Kelayakan 10 Calon Pimpinan OJK Besok
Iran Tawarkan Akses Selat Hormuz bagi Negara yang Usir Dubes AS dan Israel