"Namun, peran para orang tua yang berinteraksi dengan putera puterinya di keluarga juga penting dalam melakukan skrining kesehatan jiwa anak-anaknya," ungkapnya.
Artinya, kemampuan deteksi dini ini juga harus dimiliki oleh orang tua di rumah. Pada dasarnya, upaya meningkatkan kemampuan guru dan orang tua inilah yang menjadi fondasi utama. Fondasi untuk membangun sistem penanganan yang lebih baik.
Lestari juga punya catatan penting. Dia berharap kolaborasi dua kementerian itu diikuti dengan kesiapan fasilitas kesehatan di lapangan, seperti Puskesmas. Layanannya harus siap menampung.
"Jangan sampai, hasil deteksi dini kesehatan jiwa siswa yang dihasilkan sekolah tidak dapat ditindaklanjuti oleh fasilitas kesehatan terdekat,"
Peringatannya jelas. Semua upaya awal akan sia-sia jika tidak ada tindak lanjut yang memadai. Semuanya harus bergerak beriringan.
Artikel Terkait
Panglima TNI Jelaskan Status Siaga 1: Uji Kesiapan Hadapi Bencana Alam
Quraish Shihab Panjatkan Doa Khusus untuk Presiden Prabowo di Peringatan Nuzulul Quran
Panglima TNI: Status Siaga 1 untuk Kesiapsiagaan Bencana, Bukan Hal Luar Biasa
Mobil Pemudik Hangus Terbakar di Buton Tengah, Tiga Penumpang Selamat