Harga minyak dunia lagi-lagi jadi korban gejolak politik. Baru seminggu setelah serangan AS dan Israel ke Iran, angka di pasar komoditas langsung meroket. Bayangkan, lebih dari 30 persen! Kini, satu barrel minyak mentah dibanderol di atas 107 dolar AS. Situasi yang bikin was-was, terutama buat negara pengimpor seperti kita.
Wakil Ketua MPR dari PAN, Eddy Soeparno, angkat bicara. Ia menyoroti dampak lonjakan drastis ini terhadap APBN. Menurutnya, perang yang berkecamuk di Timur Tengah bakal terus mendongkrak harga. Dan kenaikan yang cepat begini, beban buat keuangan negara bakal terasa berat. Untuk waktu yang sulit ditebak.
“Saya baru saja membahas proyeksi harga migas jangka pendek dengan beberapa kawan, eks perbankan yang bergerak di bidang komoditas,” ujar Eddy.
“Kami bahas prospek kenaikan harga jika perang ini berlangsung 3 sampai 12 bulan ke depan. Juga, negara mana yang diuntungkan dan yang paling terpukul.”
Pernyataan itu ia sampaikan Senin (9/3/2026), usai melakukan konferensi video dengan sejumlah pengamat migas di Singapura dan Tokyo.
Eddy lalu membeberkan skenario yang mungkin terjadi. Negara-negara raksasa seperti Cina, India, Jepang, dan Korea yang selama ini bergantung pada pasokan Timur Tengah pasti akan kalang kabut mencari sumber baru. Mereka bakal beralih ke pemasok lain semacam Nigeria, Angola, atau Brazil.
Nah, ini yang jadi persoalan. Negara-negara itu juga merupakan pemasok migas bagi Indonesia.
“Artinya, kita berpeluang ‘berebut’ supply minyak mentah dengan negara-negara raksasa pengimpor migas,” ungkapnya.
Implikasinya buat Indonesia? Sangat menantang. Sebagai doktor Ilmu Politik UI, Eddy mengingatkan kebutuhan migas kita mencapai 1 juta barrel per hari. Saat harga mentah naik tajam dan rupiah melemah terhadap dolar, beban impor otomatis makin berat. APBN kita bakal tertekan.
Artikel Terkait
Polda Metro Jaya Sediakan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik Lebaran 2026
Manchester City Vs Liverpool Jadi Magnet Utama Perempat Final Piala FA
Panglima TNI Perintahkan Status Siaga Satu, Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah
Pasangan di Labuhanbatu Utara Bobol Kotak Infak Masjid, Bawa Anak dalam Aksi