Dolar AS Menguat sebagai Safe Haven di Tengah Gejolak Minyak dan Bursa

- Senin, 09 Maret 2026 | 10:00 WIB
Dolar AS Menguat sebagai Safe Haven di Tengah Gejolak Minyak dan Bursa

Kekuatan dolar bahkan terlihat jelas terhadap sesama aset aman seperti franc Swiss, di mana dolar naik 0,8%. Yen Jepang menguat hampir 0,5% ke level 158,63 yen per dolar, sementara won Korea Selatan naik 1,2% menjadi 1.498,30 won.

Namun begitu, dampaknya tidak merata. Vishnu Varathan dari Mizuho di Singapura melihat Asia menanggung beban terberat.

"Asia menanggung dampak paling besar dari guncangan harga minyak yang tajam ini. Dan sayangnya, hampir tidak ada tempat untuk berlindung di kawasan ini," jelasnya.

Dinamika politik di Teheran juga patut dicermati. Iran baru saja menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru, menggantikan ayahnya. Penunjukan ini, yang terjadi tepat di tengah konflik, seolah menegaskan bahwa kelompok garis keras masih memegang kendali penuh.

Konflik yang berlarut-larut ini telah mengganggu pasokan energi global secara signifikan. Sekitar seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam dunia terhambat. Penyebabnya? Serangan Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz yang vital, ditambah dengan serangan terhadap infrastruktur energi di seluruh wilayah.

Pernyataan Menteri Energi Qatar, Saad Sherida al-Kaabi, kepada Financial Times semakin menambah kekhawatiran. Ia memperkirakan semua produsen energi di Teluk akan menghentikan ekspor dalam beberapa minggu ke depan. Jika itu terjadi, harga minyak bisa melambung hingga US$150 per barel.

Dampaknya jelas. Harga energi yang melambung tinggi ibarat pajak tambahan bagi perekonomian dan berpotensi memicu inflasi. Ini membuat investor cemas, karena bank sentral mungkin akan berpikir dua kali untuk memangkas suku bunga.

Ada sedikit peluang untuk koreksi suku bunga AS setelah data ketenagakerjaan AS yang mengecewakan dirilis Jumat lalu. Tapi harapan itu sepertinya memudar sudah. Pada perdagangan Senin pagi, futures saham AS kembali anjlok, dengan indeks S&P 500 futures terperosok 1,6%. Suasana pasar masih diliputi ketidakpastian yang pekat.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar