Iran Angkat Putra Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi, Israel Ancam Tindakan Militer

- Senin, 09 Maret 2026 | 06:50 WIB
Iran Angkat Putra Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi, Israel Ancam Tindakan Militer

Setelah berpulangnya Ayatollah Ali Khamenei, Iran kini punya pemimpin tertinggi baru. Majelis Pakar secara resmi mengangkat putranya, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, untuk menduduki posisi itu. Sebenarnya, nama Mojtaba sudah lama beredar sebagai calon terkuat pengganti ayahnya. Kini, desas-desus itu menjadi kenyataan.

Dukungan pun langsung mengalir. Hanya dalam waktu singkat, Garda Revolusi Islam menyatakan kesetiaan penuh mereka. Lewat sebuah pernyataan yang dikutip AFP, mereka menegaskan kesiapan untuk patuh sepenuhnya.

“Korps Garda Revolusi Islam... siap untuk patuh sepenuhnya dan berkorban dalam melaksanakan perintah ilahi dari Ahli Hukum Pelindung zaman ini, Yang Mulia Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei,” bunyi pernyataan tegas itu.

Namun begitu, langkah ini langsung mendapat respons keras dari pihak lain. Israel, yang selama ini berseteru dengan Tehran, menyatakan sikapnya tanpa tedeng aling-aling.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, bersuara lantang. Ia menegaskan bahwa militer negaranya akan terus memantau dan tak segan bertindak.

“Setiap pemimpin yang ditunjuk oleh rezim Iran untuk terus memimpin rencana menghancurkan Israel, mengancam AS dan dunia bebas dan negara-negara di kawasan ini, dan menindas rakyat Iran, akan menjadi target yang jelas untuk dieliminasi,” tegas Katz seperti dilansir Al Jazeera.

Peringatannya tak berhenti di situ. Katz menambahkan ancaman yang lebih gamblang.

“Tidak peduli siapa namanya atau di mana dia bersembunyi,” cetusnya.

Suasana di kawasan itu jelas makin memanas. Dengan pengangkatan pemimpin baru di satu sisi, dan ancaman terbuka di sisi lain, ketegangan sepertinya akan terus berlanjut. Semua mata kini tertuju pada langkah pertama Mojtaba Khamenei memimpin negara yang tengah berduka itu.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar