"Koordinasi Indonesia dan Pakistan akan menjadi modal bagi pembangunan D8," jelas Reza. Apalagi, organisasi itu rencananya akan menyelenggarakan KTT di Jakarta bulan April mendatang.
Tak hanya itu. Kedua negara ini dilihatnya sebagai contoh negara demokrasi modern dengan populasi Muslim yang besar. Potensi itu bisa jadi referensi bagi pembangunan dunia yang berkelanjutan.
Soal rencana kunjungan ke Teheran sendiri, pertama kali diungkapkan langsung oleh Presiden Prabowo. Itu terjadi dalam pertemuan dengan para kiai, ulama, dan cendekiawan muslim di Istana Kepresidenan, Kamis malam lalu.
Ketua Dewan Penasihat ICMI, Jimly Asshiddiqie, yang hadir dalam pertemuan itu membenarkan.
"Beliau tadi bercerita sebelum pertemuan ini, ada bicara telepon dengan Perdana Menteri Pakistan," kata Jimly.
"Dan yang saya bersyukur, Presiden dan Perdana Menteri Pakistan bersedia untuk bersama-sama berkunjung ke Teheran. Itu yang diterangkan tadi oleh Presiden," sambungnya.
Nah, langkah ini tentu akan disorot banyak pihak. Apakah benar-benar bisa meredam ketegangan, atau hanya jadi catatan kaki dalam sejarah konflik yang rumit? Waktu yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Longsor Brebes Putus Jalan dan Robohkan Sekolah, Pemerintah Provinsi Turun Tangan
BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob Saat Mudik Lebaran 2026
Lebih dari 3.000 Huntara di Aceh Timur Sudah Dihuni, Pembangunan Sisanya Dikebut
Oknum Anggota DPRD Kota Serang Dilaporkan Lakukan Pelecehan Seksual di Pandeglang