Dari kediaman pribadinya di kawasan sejuk Hambalang, Bogor, Presiden Prabowo Subianto mengawali pekan dengan serangkaian rapat penting. Sejak Minggu siang hingga larut malam tanggal 8 Maret 2026, ia memanggil sejumlah menteri Kabinet Merah Putih untuk membahas berbagai isu strategis. Mulai dari pendidikan, dinamika global, hingga persiapan mudik Lebaran.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang memberikan konfirmasi kepada awak media menjelaskan detailnya.
"Pada Minggu siang sampai malam hari, Presiden Prabowo Subianto menggelar lima rapat berbeda dengan memanggil beberapa menteri Kabinet Merah Putih di kediaman Hambalang, Bogor, Jawa Barat, 8 Maret 2026," ujar Teddy.
Agendanya cukup padat. Pertama-tama, Prabowo meminta laporan terkini soal pembangunan sepuluh kampus baru. Fokusnya pada penguatan STEM sains, teknologi, teknik, dan matematika plus pendidikan kedokteran. Ia ingin tahu perkembangan di lapangan, bagaimana proyek-proyek itu berjalan.
Tak cuma pembangunan fisik. Presiden juga mendorong peningkatan kualitas perguruan tinggi negeri kita. Tujuannya jelas: agar bisa bersaing di tingkat global. Kerja sama dengan universitas-universitas ternama dunia pun diharapkan bisa makin diperluas.
Di sisi lain, perhatian juga dialihkan ke peta politik dunia. Situasi di Timur Tengah yang terus memanas jadi bahan pembahasan serius. Menurut Teddy, dinamika di kawasan itu dibahas karena dinilai punya implikasi langsung, baik untuk kondisi global maupun regional kita.
"Perkembangan situasi di Timur Tengah dihubungkan dengan eskalasi geopolitik di Indonesia," jelasnya.
Jadi, dalam satu hari itu, pembicaraan beralih dari rencana pendidikan jangka panjang ke ketegangan internasional yang mendesak. Sebuah gambaran tentang rentang isu yang harus dihadapi pemerintah, semuanya dibahas dalam suasana yang cukup intens di Bogor.
Artikel Terkait
Manicure Bukan Sekadar Gaya, Ini Manfaat Kesehatannya
Bareskrim Bongkar Aliran Dana Rp211 Miliar Jaringan Narkoba The Doctor dan Koko Erwin
Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Dugaan Pelecehan Santri, Komisi III DPR Desak Penahanan
Google dan YouTube Patuhi Aturan Perlindungan Anak di Indonesia, Pemerintah Tunggu Komitmen Roblox