Korlantas Gelar Polantas Menyapa di Bali, Siapkan Operasi Ketupat Jelang Lebaran dan Nyepi

- Jumat, 06 Maret 2026 | 18:50 WIB
Korlantas Gelar Polantas Menyapa di Bali, Siapkan Operasi Ketupat Jelang Lebaran dan Nyepi

Di Bale Banjar, Gianyar, suasana Jumat pagi itu terasa berbeda. Korps Lalu Lintas Polri sedang menggelar acara 'Polantas Menyapa', mengundang beragam elemen masyarakat Bali. Mulai dari Pecalang, Banser, komunitas ojek online, hingga sejumlah tokoh masyarakat hadir. Acara ini sendiri dipimpin langsung oleh Kakorlantas, Irjen Agus Suryonugroho, yang intinya ingin menjalin silaturahmi yang lebih erat.

Tema yang diusung pun sangat kontekstual: 'Nyepi Aman, Mudik Nyaman, Toleransi Terjaga, Bali Tetap Kondusif'. Ini bukan tanpa alasan. Tahun ini, momentum Lebaran dan Hari Raya Nyepi berdekatan waktunya. Jadi, persiapan harus benar-benar matang.

"Saya sangat bangga berada di Pulau Dewata Bali," ujar Irjen Agus membuka percakapan.

Ia mengungkapkan, kedatangannya ke Bali adalah untuk memastikan kesiapan Operasi Ketupat 2026. Sebelumnya, dia sudah bertemu dengan Gubernur dan mendapat paparan langsung dari Dirlantas Polda Bali. Pertemuan dengan berbagai unsur masyarakat ini, baginya, adalah bagian krusial. Polri harus dekat dengan warga, merangkul mereka, agar benar-benar diterima.

Menurutnya, banyak masukan berharga yang mengalir dari pertemuan itu. Polri, tegas dia, harus melayani dengan ikhlas.

Di sisi lain, ada hal teknis yang sudah diputuskan. Misalnya soal penutupan penyeberangan di Selat Bali. "Sudah diatur," jelas Agus. Rinciannya, penyeberangan dari Gilimanuk ke Ketapang ditutup pukul 05.00 pagi. Sebaliknya, dari Ketapang ke Gilimanuk berhenti pukul 17.00 sore. Aturan ini sudah ada dalam surat edaran Gubernur dan disosialisasikan ke publik.

Tak hanya itu, Dirlantas Polda Bali, Kombes Turmudi, juga sudah memaparkan skenario lengkap. Mulai dari arus mudik dan balik, penanganan penumpang di bandara, sampai pengamanan kawasan wisata. Tujuannya satu: agar semua aktivitas di Bali tetap aman dan nyaman.

Sambutan dari masyarakat pun datang hangat.

Ketua Pecalang Provinsi Bali, Brigjen (Purn) Dewa Bagus Made Suwarya, menyampaikan apresiasinya. Perhatian Polri terhadap keamanan adat dan budaya Bali dinilainya sangat penting. Dia menegaskan kesiapan Pecalang dan elemen masyarakat lain untuk mendukung kepolisian.

"Kami siap mendukung langkah-langkah yang sudah disiapkan dalam pengamanan Operasi Ketupat di Bali," katanya.

Suara serupa datang dari perwakilan komunitas ojek online. Made Dwi, Ketua Komunitas Ojol Gianyar, menyatakan siap mengedukasi anggotanya untuk mendukung kelancaran mudik.

"Apa yang disampaikan hari ini akan kami teruskan kepada anggota," ucap Made Dwi penuh semangat.

Pada akhirnya, melalui Polantas Menyapa ini, harapannya sinergi itu makin kuat. Pengamanan untuk dua hari raya besar yang berdekatan itu bisa berjalan lancar, aman, dan penuh toleransi. Semua upaya ini sejalan dengan tagline Kapolri untuk Operasi Ketupat tahun ini: 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia'. Sebuah harapan sederhana, tapi butuh kerja keras semua pihak untuk mewujudkannya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar