Kabupaten Situbondo bergerak cepat. Menyikapi memanasnya konflik di Timur Tengah, pemerintah daerah setempat segera mendirikan posko pengaduan khusus untuk para pekerja migran Indonesia (PMI) di sana. Fokusnya adalah pada mereka yang berada di zona rawan, terutama yang terdampak langsung oleh ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Menurut sejumlah saksi, aksi ini bukan tanpa alasan. Sejak konflik meletup, setidaknya sudah ada tiga orang pekerja yang langsung menghubungi posko. Intinya sama: mereka minta segera dipulangkan ke tanah air. Rasa was-was jelas terasa dalam setiap pengaduan itu.
“Kami mendengar langsung permohonan mereka. Suasana di sana memang mencekam, jadi wajar jika mereka ingin cepat kembali,” ujar seorang sumber di lokasi.
Di sisi lain, langkah Pemkab Situbondo ini bisa dibilang sebagai antisipasi dini. Mereka tak mau menunggu sampai keadaan jadi runyam dan korban berjatuhan. Dengan posko yang berfungsi sebagai titik kumpul informasi dan pengaduan, proses evakuasi jika nantinya diperlukan bisa dijalankan lebih terkoordinasi. Harapannya sih, konflik cepat mereda. Tapi, bersiap-siap itu jelas lebih baik.
Nah, bagi keluarga PMI asal Situbondo yang merasa khawatir, kini ada saluran resmi untuk bertanya atau melapor. Semoga saja semua berjalan lancar dan para pekerja kita bisa tetap aman.
Artikel Terkait
FPI Desak Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa Terbuka Atas Gugurnya Pemimpin Iran
Jepara Gelar Pameran Mebel Internasional dengan Konsep Jelajah Klaster Industri
Polisi Selidiki Pencurian Uang Takziah oleh Wanita Berpura-pura Melayat di Kramat Jati
DPR Dorong Insentif Pemerintah untuk Dongkrak Daya Saing Industri Makanan dan Minuman Lokal