Indonesia Gandeng Tiongkok Tingkatkan Riset dan Produksi Padi di Merauke

- Kamis, 05 Maret 2026 | 19:15 WIB
Indonesia Gandeng Tiongkok Tingkatkan Riset dan Produksi Padi di Merauke

Zhonghua Sheng dari CNRRI melihat, peningkatan produktivitas tidak bisa hanya mengandalkan bibit unggul. Ia menekankan pentingnya pendekatan terpadu, terutama dalam hal manajemen budidaya yang lebih rapi.

"Saya lihat manajemennya memang perlu ditingkatkan. Kita harus punya SOP, standarisasi pengolahan, serta perawatan dari petani yang lebih terstandar," ujar Zhonghua.

Di sisi lain, pemerintah daerah punya catatan khusus. Sekda Merauke, Jermias Paulus Ruben Ndiken, menyambut baik pengembangan padi. Namun, ia mengingatkan agar komoditas lokal khas Papua, seperti sagu, jangan sampai terlupakan.

"Silakan dijadikan tempat untuk padi, tapi jangan lupa juga tanam sagu. Itu ciri khas orang Papua," tegas Jermias.

Melalui kerja sama ini, targetnya bukan cuma riset yang berkelanjutan. Kapasitas sumber daya manusia lokal, terutama Orang Asli Papua, juga akan ditingkatkan lewat pendidikan dan pelatihan. Mereka diharapkan bisa menjadi pelaku utama dalam program cetak sawah rakyat.

Pada akhirnya, kolaborasi Indonesia-Tiongkok ini diarahkan untuk membenahi tata kelola dari hulu ke hilir. Dengan begitu, beras Merauke diharapkan punya kualitas yang konsisten dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan hingga ke luar negeri.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar