Di sisi lain, Nasaruddin juga menekankan soal peningkatan kapasitas SDM yang sudah ada. Ia mengusulkan standardisasi kompetensi untuk guru BK, dilanjutkan dengan pelatihan berkelanjutan. Kerja sama dengan kementerian terkait dinilai akan memperkuat upaya ini.
Usulan ini bukan tanpa alasan. Selama ini, madrasah dan pesantren kerap dipandang masyarakat sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi anak. Sebuah citra yang ingin terus dipertahankan.
“Berdasarkan survei, masyarakat melihat lingkungan pesantren relatif aman. Ini kepercayaan yang harus kita jaga,” tegasnya.
“Caranya ya dengan penguatan sistem dan pengawasan yang lebih baik.”
Pertemuan itu tak hanya menghasilkan wacana. Pemerintah sepakat memperkuat koordinasi lewat sebuah kerangka kerja bernama “Program Bersama 9 K/L”. Program lintas kementerian dan lembaga ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan kesehatan mental anak dan remaja yang kian kompleks. Langkah konkretnya masih akan dibahas lebih detail, tapi komitmennya sudah jelas.
Artikel Terkait
Polri Musnahkan Sabu dan Etomidate Hasil Sitaan di Mabes
Situbondo Dirikan Posko Pengaduan untuk Lindungi PMI di Zona Konflik Timur Tengah
Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang Tewaskan Dua Orang, Diduga Gagal Rem Truk Kontainer
Buya Yahya Ajak Publik Doakan Presiden Prabowo di Bulan Ramadan