Menjaga stabilitas harga energi juga krusial, menurut politikus itu. Tujuannya jelas: agar biaya produksi tidak tiba-tiba melonjak tajam dan membebani para petani.
Selain fokus pada produksi, ada langkah lain yang tak kalah penting. Daniel meminta pemerintah mengantisipasi gejolak global dengan memperkuat cadangan pangan nasional. Optimalisasi serapan hasil panen petani dan pengawasan distribusi harus digenjot.
“Agar tidak terjadi spekulasi atau penimbunan. Biasanya ini rentan terjadi ketika ada gejolak,” katanya.
Koordinasi lintas kementerian, imbuh Daniel, menjadi kunci. Kebijakan di sektor energi, perdagangan, dan pertanian harus berjalan selaras, tidak saling tabrak.
Memang, dampak global mungkin tak sepenuhnya bisa dihindari. Namun begitu, Daniel yakin kita bisa memitigasinya. “Dengan penguatan produksi domestik dan manajemen stok yang baik, kita bisa memastikan tidak terjadi kelangkaan pangan,” pungkasnya. Masyarakat pun, diharapkan, tetap terlindungi di tengah ketidakpastian.
Artikel Terkait
BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Puncaknya Agustus
Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi, Warga Diimbau Waspada Lahar Dingin
RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Didesak Segera Disahkan, Kontribusi Remitansi Capai Rp 253 Triliun
Menko Polkam Pimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla Nasional 2026 di Riau