Namun begitu, upaya pembersihan tak berhenti di survei saja. Polres berkoordinasi dengan Dinas PUPR setempat dan Polsek Wulangitang. Dua unit alat berat sudah dikerahkan ke lokasi yang lebih parah terdampak, yaitu Desa Nurubelen dan Waimuring. Tugasnya, membersihkan material vulkanik yang memenuhi jalan dan saluran air.
Di sisi lain, personel Polsek Boru juga turun ke lokasi. Mereka tak cuma melihat kondisi jalan, tapi juga bertemu warga. Imbauan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat disampaikan langsung, mengingat cuaca masih berpotensi tak menentu.
“Kami memastikan jalur transportasi Trans Flores tetap aman dan lancar untuk digunakan masyarakat. Koordinasi lintas sektor terus kami lakukan agar penanganan dampak cuaca ekstrem berjalan cepat dan tepat,” tegas Kasi Humas Polres Flores Timur, AKP Eliezer A. Kalelado.
Pesan untuk pengendara pun disampaikan. Masyarakat diminta tetap waspada, terutama saat melintas di ruas-ruas yang dekat dengan aliran sungai atau lereng. Cuaca, kata mereka, masih bisa berubah sewaktu-waktu.
Sejauh ini, situasi sudah mulai kondusif. Aktivitas warga perlahan kembali normal. Tapi kewaspadaan tetap dijaga. Apalagi musim hujan belum sepenuhnya berakhir.
Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
BMKG Wamena Imbau Warga Papua Pegunungan Waspada Cuaca Ekstrem hingga 2026
Presiden Iran Sampaikan Pesan Damai ke Negara Tetangga, Tegaskan Balasan Hanya Terpaksa
Polres Ponorogo Pantau Stok dan Harga Pasar Sambut Ramadan
Pemprov Sultra dan Mitra Gelar Ramadhan Sultra Fest untuk Dongkrak UMKM Lokal