Laga panas di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin malam lalu, berakhir dengan skor 2-2. Persebaya Surabaya, sang tuan rumah, berhasil bangkit dari ketertinggalan untuk menahan imbang juara bertahan Persib Bandung. Pertandingan pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 itu benar-benar ujian mental bagi Bajul Ijo.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, tampak lebih memilih melihat sisi positif. Meski mengakui target awalnya adalah kemenangan, ia tak bisa menyembunyikan rasa bangganya pada semangat juang anak asuhnya.
Menurutnya, imbang adalah hasil yang adil. Kedua tim saling serang, menciptakan banyak peluang. Laga berlangsung terbuka dari menit pertama hingga peluit panjang akhir.
Namun begitu, ada momen krusial yang memaksa Tavares berpikir cepat. Menjelang turun minum, Milos Raickovic melakukan pelanggaran berbahaya di area kotak penalti. Tavares menilai kondisi fisik Raickovic sudah drop akibat jadwal padat. Ia pun bertindak.
Gustavo Fernandes masuk, sementara Risto Mitrevski didorong lebih maju. Keputusan taktis ini ternyata punya alasan spesifik.
Rupanya, ini berdasarkan analisis mendalam. Tavares menyebut, banyak gol Persib tercipta dari umpan silang. Ia ingin menutup celah itu dengan menambah tinggi badan di lini pertahanan.
Artikel Terkait
DPR Nilai Kehadiran Indonesia di Board of Peace Tetap Strategis Meski Ada Desakan Mundur
Libur Sekolah Idulfitri 2026 Ditetapkan 10 Hari, Mulai 16 Maret
Gerhana Bulan Total Akan Terlihat di Seluruh Indonesia Malam Ini
BMKG Peringatkan Angin Kencang hingga 40 Knot di Perairan Bali Awal Maret 2026