Persebaya Bangkit Tahan Imbang Persib di Laga Sengit BRI Liga 1

- Selasa, 03 Maret 2026 | 06:15 WIB
Persebaya Bangkit Tahan Imbang Persib di Laga Sengit BRI Liga 1

Laga panas di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin malam lalu, berakhir dengan skor 2-2. Persebaya Surabaya, sang tuan rumah, berhasil bangkit dari ketertinggalan untuk menahan imbang juara bertahan Persib Bandung. Pertandingan pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 itu benar-benar ujian mental bagi Bajul Ijo.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, tampak lebih memilih melihat sisi positif. Meski mengakui target awalnya adalah kemenangan, ia tak bisa menyembunyikan rasa bangganya pada semangat juang anak asuhnya.

“Kami sebenarnya ingin menang, tapi kami harus tetap senang dengan semangat juang pemain meski hasilnya seri,” ujar Tavares, Selasa (3/3/2026).

Menurutnya, imbang adalah hasil yang adil. Kedua tim saling serang, menciptakan banyak peluang. Laga berlangsung terbuka dari menit pertama hingga peluit panjang akhir.

Namun begitu, ada momen krusial yang memaksa Tavares berpikir cepat. Menjelang turun minum, Milos Raickovic melakukan pelanggaran berbahaya di area kotak penalti. Tavares menilai kondisi fisik Raickovic sudah drop akibat jadwal padat. Ia pun bertindak.

Gustavo Fernandes masuk, sementara Risto Mitrevski didorong lebih maju. Keputusan taktis ini ternyata punya alasan spesifik.

“Hal itu kami lakukan untuk mengantisipasi masuknya pemain bertubuh tinggi dari Persib,” ungkapnya.

Rupanya, ini berdasarkan analisis mendalam. Tavares menyebut, banyak gol Persib tercipta dari umpan silang. Ia ingin menutup celah itu dengan menambah tinggi badan di lini pertahanan.

Di sisi lain, ada satu nama yang mencuri perhatian: Toni Firmansyah. Pemain yang biasa beroperasi sebagai gelandang itu malah ditugaskan sebagai sayap kanan. Ternyata, eksperimen ini cukup sukses. Toni bahkan berhasil mencatatkan satu assist dari posisi barunya.

“Dia aslinya bukan pemain sayap kanan, tapi dia menyelesaikan pertandingan di posisi tersebut,” sebut Tavares.

Alasannya sederhana. Toni punya paket lengkap untuk sektor itu: agresivitas, kecepatan, plus teknik yang memadai. Di tengah badai cedera yang melanda skuad, fleksibilitas pemain seperti ini jadi penolong.

Atmosfer di tribun juga tak boleh dilupakan. Sorak-sorai Bonek dan Bonita, sebutan untuk suporter Persebaya, menggema sepanjang 90 menit. Tavares dengan jelas merasakan energi itu dan mengapresiasinya. Atmosfer luar biasa itu, katanya, memberi suntikan semangat ekstra bagi pemain yang harus berjuang di posisi tak biasa.

“Saya tidak bisa komplain sedikit pun terhadap apa yang terjadi pada pemain,” kata Tavares.

Pujian serupa datang dari dalam lapangan. Toni Firmansyah, sang pemain serba bisa, menyampaikan terima kasihnya untuk dukungan penuh suporter meski hasil tak maksimal.

“Tentu saja ini bukan hasil yang kita inginkan, dan di pertandingan berikutnya saya berharap kami bisa mendapatkan tiga poin,” kata Toni.

Soal perannya sebagai winger melawan Persib, Toni bersikap profesional. Ia hanya menjalankan instruksi pelatih. Posisi apa pun, siap diemban asal untuk kemajuan tim.

“Saya akan tampil maksimal dan selalu siap ditempatkan di posisi mana pun,” tegasnya.

Hasil imbang ini mungkin terasa kurang bagi Persebaya. Tapi mental pantang menyerah yang mereka tunjukkan, ditambah dengan taktik jitu dan dukungan fanatik suporter, menjadi modal berharga untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar