Arab Saudi Bantah Lobi AS untuk Serang Iran, Bantingan dengan Laporan Washington Post

- Selasa, 03 Maret 2026 | 05:05 WIB
Arab Saudi Bantah Lobi AS untuk Serang Iran, Bantingan dengan Laporan Washington Post

Isu tentang keterlibatan Arab Saudi dalam serangan AS ke Iran belakangan ini ramai diperbincangkan. Rumor yang beredar menyebut, ada upaya lobi dari Riyadh kepada Gedung Putih. Intinya, otoritas Saudi diduga mendorong Presiden Donald Trump kala itu untuk mengambil tindakan militer terhadap Iran.

Gosip ini bukan datang dari sembarang media. The Washington Post, salah satu surat kabar terkemuka di Amerika, yang pertama kali melaporkannya. Menurut investigasi mereka, lobi-lobi diam-diam itu berlangsung cukup intens bukan cuma hitungan minggu, tapi berbulan-bulan.

Namun begitu, kabar tersebut langsung dibantah keras. Lewat akun media sosial X, Kedutaan Besar Arab Saudi di Washington memberikan klarifikasi resmi.

Fahad Nazer, juru bicara kedubes, bersikukuh bahwa posisi negaranya jelas.

“Kerajaan Arab Saudi telah konsisten dalam mendukung upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan yang kredibel dengan Iran,” tulisnya.
“Tidak pernah dalam seluruh komunikasi kami dengan pemerintahan Trump, kami melobi Presiden untuk mengadopsi kebijakan yang berbeda,” tegas Nazer lagi.

Pernyataan itu sekaligus menanggapi laporan The Washington Post yang mengaku mengutip empat sumber berbeda. Menurut Al Arabiya yang meliput bantahan ini, nada dari Riyadh tegas dan tanpa basa-basi: mereka menyangkal segala bentuk lobi untuk serangan.

Jadi, di satu sisi ada laporan investigatif media besar. Di sisi lain, ada penyangkalan resmi yang disampaikan dengan lugas. Situasinya jadi seru mana yang bisa dipercaya? Yang jelas, isu ini menunjukkan betapa rumit dan panasnya dinamika politik di kawasan itu, di mana setiap desas-desus bisa langsung memicu gelombang penyangkalan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar