Nah, angka sebesar itu tentu bukan datang dari ruang hampa. Menurut paparan Kapolri, kinerja lalu lintas tahun lalu menunjukkan tren yang menggembirakan. Volume kendaraan saat arus balik malah naik mencapai lebih dari 2,3 juta kendaraan. Yang menarik, peningkatan volume ini justru diiringi dengan perbaikan kecepatan rata-rata.
Data menunjukkan kenaikan sekitar 12,44 persen, dari 76 km/jam menjadi 85 km/jam. Efeknya langsung terasa: waktu tempuh perjalanan rata-rata jadi lebih cepat 44 menit. “Tentunya pengurangan waktu tempuh dan penambahan kecepatan ini adalah keberhasilan dalam mengimplementasikan strategi rekayasa arus lalin dari seluruh stakeholder terkait,” jelas Sigit.
Jadi, pesannya jelas. Operasi Ketupat 2026 tidak dilihat sebagai tugas rutin semata. Di balik upaya mengamankan perjalanan pulang kampung itu, ada harapan besar untuk kembali menggerakkan roda ekonomi daerah. Semua bergantung pada koordinasi yang solid mulai sekarang.
Artikel Terkait
Menteri PPPA Apresiasi Respons Cepat Kemenpora Tangani Kasus Dugaan Pelecehan Atlet Panjat Tebing
Gubernur Pramono Anung: Jakarta Harus Punya Jiwa Betawi
Pendaftaran Program Inkubasi IKM 2026 Jabar Dibuka, Targetkan 200 Pelaku Usaha
Menu Makan Bergizi Gratis Dikritik, BGN Turun Tangan Perbaiki Kualitas