Rudal Kheibar sendiri bukan barang baru. Pertama kali diluncurkan tahun 2022, senjata ini langsung mencuri perhatian. Jangkauannya yang jauh sekitar 1.450 kilometer dan tingkat akurasinya membuat banyak ahli dan pejabat keamanan di Eropa dan Israel waswas. Mereka memantau betul kemajuan teknologi militer Teheran.
Laporan dari New York Times menyebutkan, Kheibar punya keunggulan lain. Rudal berbahan bakar padat ini dilengkapi sistem panduan canggih. Yang lebih mengkhawatirkan, hulu ledaknya diklaim mampu bermanuver di udara. Kemampuan itu membuatnya berpotensi mengelak dari sistem pertahanan udara konvensional. Jadi, kalau ditembakkan dari wilayah Iran, target di Israel jelas dalam jangkauannya.
Serangan ini, klaim dari satu sisi, masih menyisakan banyak tanda tanya. Dampak riilnya di lapangan masih ditunggu.
Artikel Terkait
Kemenag Ingatkan Perbedaan Visa Haji dan Umrah, Sanksi Penyalahgunaan Bisa Denda Ratusan Juta
Borneo FC Pecah Tradisi, Dapat Akses Latihan di Lapangan Utama JIS
Ibas Kunjungi Gontor, Tegaskan Pesantren sebagai Benteng Moral Bangsa
Idul Fitri 2026 Diprediksi Jatuh pada 21 Maret, Libur Panjang hingga Satu Pekan