Pihak Terdekat Bantah Kabar Kematian Ahmadinejad dalam Serangan Udara

- Senin, 02 Maret 2026 | 16:25 WIB
Pihak Terdekat Bantah Kabar Kematian Ahmadinejad dalam Serangan Udara

Kabarnya, mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran. Kejadian itu disebut terjadi Sabtu lalu. Tapi, jangan buru-buru percaya. Partai Dolate Bahar, yang jadi wadah politik Ahmadinejad, justru membantah keras kabar itu.

Lewat situs resminya, mereka menyebut laporan kematian sang mantan presiden sebagai informasi yang keliru. Pernyataan itu dikutip dari kantor berita DPA, Senin kemarin.

Bantahan serupa datang dari kalangan dalam. Seorang penasihat dekat Ahmadinejad, yang memilih untuk tidak disebut namanya, mengonfirmasi bahwa bosnya itu masih bernapas lega. Meski serangan AS-Israel dikabarkan menyasar pimpinan senior dan fasilitas militer Iran, Ahmadinejad disebut sama sekali tidak terluka.

"Saya berkomunikasi dengannya. Semuanya baik-baik saja," ujar penasihat itu kepada Anadolu Agency, Minggu waktu setempat.

Menurut penjelasannya, serangan itu memang terjadi di sekitaran lokasi. Sebuah bangunan yang terkait dengan tim pengawal keamanan Ahmadinejad menjadi sasaran. Akibatnya, tiga pengawalnya yang merupakan anggota Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan gugur.

Namun begitu, kediaman pribadi Ahmadinejad sendiri selamat. Rumahnya tidak kena, letaknya sekitar seratus meter dari bangunan yang diserang itu.

Lalu, dari mana kabar meninggalnya bermula? Rupanya, kantor berita Iran ILNA yang lebih dulu melaporkan. Media itu menyatakan Ahmadinejad, yang kini berusia 69 tahun, menjadi korban tewas dalam serangan udara di wilayah Teheran. Kontras sekali dengan penjelasan dari pihak terdekatnya.

Jadi, untuk saat ini, kabar kematian sang figur kontroversial itu tampaknya cuma isu belaka. Situasinya masih berkembang.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar