Selain itu, ada perhatian serius pada kegiatan keagamaan. Dia mendorong agar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dihidupkan kembali, mulai dari tingkat RT dan RW. Tujuannya ganda: membangun kecintaan pada Al-Qur'an sekaligus mencetak kader terbaik untuk berlaga di tingkat nasional.
Dia membayangkan sebuah piramida kompetisi yang sehat, dari tingkat paling bawah hingga memperebutkan Piala Gubernur.
Menyambut Idulfitri nanti, Pemprov juga punya sejumlah rencana. Ada tema "Mudik di Jakarta" yang ingin diusung. Untuk memeriahkan suasana, akan ada insentif pajak dan lomba diskon di berbagai tempat. Bahkan, transportasi umum rencananya akan digratiskan selama periode lebaran.
Pramono menutup dengan ajakan. Dia ingin semangat kebersamaan dan kegembiraan Ramadan ini terus mengalir, bahkan setelah bulan suci berakhir. Intinya, semua elemen masyarakat diajak berperan. Bukan sekadar program, tapi membangun suasana.
Artikel Terkait
Netanyahu Klaim Khamenei Tewas dalam Serangan, Iran Bantah
BGN Tutup 47 Dapur Makanan Gratis Ramadan karena Tak Penuhi Standar Mutu
Iran Balas Serangan Israel dengan Luncurkan Rudal, Sirene Peringatan Berbunyi
Presiden Prabowo Sampaikan Harapan Damai dan Optimisme di Perayaan Imlek Nasional