Memang, ketegangan di Timur Tengah melonjak drastis setelah AS dan Israel melancarkan operasi gabungan tersebut. Presiden AS Donald Trump sendiri mengonfirmasi bahwa operasi tempur utama sedang berjalan. Konfirmasi itu langsung dibalas dengan aksi dari Teheran, yang menyerang balik basis militer AS dan wilayah Israel.
Akibatnya? Situasi jadi makin runyam. Pemerintah Iran dengan tegas menyebut serangan itu sebagai pelanggaran kedaulatan dan berjanji akan membalas. Menurut sejumlah laporan awal, serangan balasan dari Iran sangat mungkin terjadi menyusul insiden ini.
Nah, sekarang semua mata tertuju pada langkah selanjutnya. Apakah peringatan China didengarkan, atau justru konflik ini akan memasuki babak yang lebih kelam?
Penulis: Nirmala Hanifah
Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
Netanyahu Klaim Serangan Hancurkan Kompleks Khamenei, Iran Bungkam
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Surabaya 1 Maret 2026
MPR RI dan Liga Muslim Dunia Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan dan Pendidikan
Prabowo: Kebersamaan Imlek dan Ramadan Cerminkan Kekuatan Indonesia