JAKARTA Hidup di Jakarta masih punya banyak PR. Itulah inti pernyataan anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Ghozi Zulazmi, yang menyebut sejumlah kondisi ibukota layak dianggap sebagai red flag alias sinyal bahaya. Menurutnya, masih banyak aspek yang perlu dibenahi serius.
Pernyataan itu ia sampaikan dalam acara komunitas Bijak Memantau, “Touchbase amé DPRD: Rempug Longok Dapur Kebijakan Kité,” yang digelar di sebuah kafe di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (28/2/2026) lalu.
"Saya tadi memberikan red flag, bukan berarti enggak bersyukur ya," kata Ghozi kepada wartawan di lokasi.
Ia menegaskan, sebutan red flag itu lebih dimaksudkan sebagai bahan kontemplasi dan evaluasi. "Sebagaimana fungsi saya sebagai DPRD, banyak faktor yang harus kita dorong," ujarnya.
Jalan Berlubang dan Ruang Hijau yang Minim
Persoalan mendasar yang langsung disorot Ghozi adalah infrastruktur. Masih banyaknya jalan berlubang yang belum tertangani tuntas jadi salah satu contoh nyata. Penyelesaiannya, menurut dia, harus diiringi kesigapan Pemprov DKI dalam merespons laporan warga. Jangan sampai keluhan menguap begitu saja.
Di sisi lain, persoalan ruang terbuka hijau (RTH) juga tak kalah penting. Ghozi menekankan, RTH punya peran ganda: mengendalikan banjir sekaligus menekan polusi udara yang kian mencekik.
"RTH menjadi satu hal yang harus diperhatikan," tegasnya.
Artikel Terkait
Ekspor Ikan Segar Capai Rp85 Juta via PLBN Badau ke Malaysia
AHY Khawatir Konflik Israel-Iran Ganggu Stabilitas Global dan Penerbangan Sipil
Presiden Prabowo Tegaskan Keberagaman adalah Kekuatan Indonesia di Puncak Imlek Festival 2026
Iran Tutup Seluruh Universitas dan Balas Serangan AS-Israel dengan Guncang Pangkalan Militer di Teluk