“Kita menginginkan iklim olahraga yang aman bagi para atlet dan bebas dari kekerasan dalam bentuk apa pun,” tegas Yenny.
Ia berjanji proses investigasi akan berjalan objektif. Yang tak kalah penting, perlindungan terhadap korban akan diutamakan. Bagi Yenny, menjaga ruang olahraga yang aman bukan cuma soal meraih medali, tapi lebih dari itu: tentang martabat dan masa depan atlet Indonesia.
Sebelumnya, FPTI telah mengambil tindakan tegas terhadap pelatih kepala, Hendra Basir. Ia dinonaktifkan sementara menyusul laporan kejadian yang diduga terjadi pada akhir Januari 2026. Pemberhentian ini sesuai prosedur organisasi.
Status Hendra akan ditentukan setelah Tim Pencari Fakta (TPF) yang dibentuk menyelesaikan tugasnya. Tim ini juga dikabarkan berkoordinasi dengan Kementerian PPPA. Intinya, semua pihak berkompeten dilibatkan agar pemeriksaan berjalan adil dan korban tetap terlindungi.
Di tengah situasi yang pelik ini, persiapan tim nasional menuju Kualifikasi Asian Games 2026 tetap berjalan. FPTI berupaya menjaga fokus atlet, sambil memastikan keamanan mereka dalam setiap proses latihan. Dua hal itu harus berjalan beriringan.
Naskah: Nirmala Hanifah
Editor: Redaksi
Artikel Terkait
Anggota DPRD DKI Soroti Jalan Berlubang dan Minimnya RTH sebagai Red Flag Jakarta
Gubernur DKI Peringatkan Dampak Konflik AS-Iran-Israel pada Harga Jelang Ramadan
Brimob Polda Metro Jaya Santuni Anak Yatim dan Bagikan Takjil di Ramadan
KAI Commiter Amankan Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual di KRL Berkat CCTV Canggih