Surabaya – Di sebuah ruang rapat yang ramai, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) Jawa Timur menggelar evaluasi. Agenda utamanya? Mengevaluasi Program Bangga Kencana untuk tahun 2025. Tema yang diusung adalah penguatan sinergi antara perwakilan provinsi dengan dinas-dinas KB di kabupaten dan kota se-Jawa Timur. Acara ini jelas bukan sekadar formalitas belaka, melainkan momentum krusial untuk mengukur capaian sekaligus merajut kembali kolaborasi yang ada.
Hadir dalam pertemuan itu, Kepala Perwakilan BKKBN Jatim yang juga Plt. Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat, Dra. Maria Ernawati. Tak ketinggalan, Pj. Kepala Perwakilan Sukamto dan Sekretaris BKKBN Jatim, Ghana Renaldi Pasca Surya, beserta sejumlah pejabat lainnya. Mereka duduk bersama para Kepala Dinas KB dari 38 wilayah, dengan Prof. Dr. Lutfi Agus Salim memandu jalannya diskusi. Pertemuan ini juga punya makna khusus: menjadi momen purna bakti untuk Maria Ernawati setelah memimpin program tersebut.
Dalam sambutannya, Maria langsung menekankan tujuan pertemuan. Ia ingin ada evaluasi jujur dan perumusan langkah strategis ke depan. Menurutnya, berbagai target Bangga Kencana di Jawa Timur sudah menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan.
Ia lalu memaparkan dua fokus utama yang terus digarap. Pertama, soal stabilitas demografi. Di Jatim, angka Total Fertility Rate (TFR) sudah mencapai 1,96, sebuah indikator yang dinilai sudah stabil. Fokus kedua adalah pembangunan keluarga berbasis siklus hidup, yang pendampingannya dilakukan mulai dari balita, remaja, sampai lansia. Semua ini, klaim Maria, telah memenuhi target.
Artikel Terkait
Anggota DPR Peringatkan Dampak Serangan Israel ke Iran ke Stabilitas Global dan Ekonomi Indonesia
KBRI Tehran Pastikan 329 WNI di Iran Aman Usai Serangan Rudal
Kemdikti dan Komnas Perempuan Perkuat Kolaborasi untuk Kampus Bebas Kekerasan Seksual
BNPB Imbau Waspada Cuaca Ekstrem dan Potensi Banjir-Longsor Sepekan ke Depan