Di sisi lain, tuduhan dari Moskwa sudah bergulir sejak awal pekan. Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia bersikeras bahwa London dan Paris secara aktif berupaya menyediakan bom nuklir untuk Kyiv. Menurut badan intelijen itu, kedua negara Eropa tersebut percaya bahwa senjata pemusnah massal akan memberi keunggulan bagi Ukraina di meja perundingan.
Perang yang sudah berlarut-larut ini, ingat, kini memasuki tahun kelima. Suasana menjelang perundingan damai yang dimediasi AS pun terasa semakin tegang.
Zelensky sendiri melihat tuduhan nuklir ini sebagai bagian dari strategi tekanan Rusia. Saat berdiri bersama Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store dalam sebuah konferensi pers di ibu kota Ukraina, ia kembali menolak semua klaim tersebut. Baginya, ini adalah permainan naratif yang berbahaya di saat yang kritis.
Artikel Terkait
Parade Imlek 2026 Warnai Jakarta, Wapres Gibran Dijadwalkan Hadir
Polisi Ungkap Sindikat Pencurian Kabel Telkom di Cileungsi, Pelaku Diduga Mantan Pekerja Rekanan
Indonesia Bergabung dengan Dewan Perdamaian Trump, Komitmen Palestina Diuji
Dua Badut Diduga Curi Motor Saat Warga Salat Jumat di Lamongan