IDAI Peringatkan Lonjakan Kasus Campak pada Anak Imbas Cakupan Imunisasi Rendah

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 11:45 WIB
IDAI Peringatkan Lonjakan Kasus Campak pada Anak Imbas Cakupan Imunisasi Rendah

Kendalanya beragam. Mulai dari akses ke layanan kesehatan yang terbatas, masalah pada rantai dingin vaksin, sampai penolakan dari sebagian orang tua. Belum lagi soal stok vaksin yang harus selalu dipastikan tersedia.

Di sisi lain, masyarakat perlu paham betul bahwa campak bukan cuma soal demam dan bintik-bintik merah. Penyakit ini bisa berbahaya. Komplikasinya serius: radang paru, radang otak, bahkan kebutaan. Dalam kondisi tertentu, campak bisa merenggut nyawa jika penanganannya terlambat.

Menyikapi hal ini, IDAI mendorong penguatan layanan kesehatan dasar. Cakupan imunisasi harus ditingkatkan, deteksi dini kasus harus lebih digencarkan. Mereka bahkan punya program bernama Pediatrician Social Responsibility, di mana dokter spesialis anak turun langsung mendampingi tenaga kesehatan di puskesmas.

Selain imunisasi, Piprim juga menekankan hal lain yang tak kalah penting: gizi. Perbaikan asupan, terutama protein hewani, sangat krusial untuk membangun daya tahan tubuh anak.

Orang tua diminta jeli mengenali tanda bahaya. Jika anak sesak napas atau menunjukkan gejala pneumonia, jangan tunda lagi. Segera bawa ke fasilitas kesehatan.

“Campak sudah terbukti bisa menyebabkan kematian pada anak. Jangan sampai dianggap remeh,” tutur Piprim.

“Kita semua, pemerintah, tenaga kesehatan, media, dan masyarakat, harus bersama-sama memperkuat pencegahan.”

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar